5 Hal yang Harus dilakukan Sebelum Membuat Blog Baru

Apakah Anda pernah membuat blog tapi akhirnya terbengkalai hingga hosting domainnya habis?

Saya juga pernah, bukan satu atau dua. Tapi puluhan bahkan ratusan domain.

Dari situ saya belajar bahwa persiapan sangat amat penting.

Berhenti ngeblog ditengah jalan, atau berhenti ngeblog ketika ranking turun. Ini semua karena kurang persiapan.

Seperti saat mau liburan keluarga, apalagi kalau bawa anak kecil. Tentunya persiapannya harus ekstra. Bekal makanan, pakaian dan popok. Tak lupa kendaraan harus dicek dulu, bensin dan etoll jangan sampai kosong.

Sama ketika mau buat blog baru, agar umur blognya panjang, agar semangat ngeblognya tahan lama, maka sangat penting melakukan persiapan sebelum membeli domain dan hosting.

Sambil rebahan santai, silahkan disimak 5 persiapan berikut sebelum memutuskan membuat blog baru

1. Mindset Berproses

Untuk menjadi blogger sukses tentu butuh waktu. Membuat konten, mempromosikan konten, menciptakan produk dan mencari partner adalah kegiatan-kegiatan blogger yang menyita waktu.

Pahami bahwa untuk mengerjakan itu semua butuh waktu.

Banyak blogger yang akhirnya berhenti bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena mereka malas berproses. Inginnya cepat-cepat blognya punya trafik besar agar bisa segera cuan.

Seperti halnya tanaman, setiap hari perlu disiram dan secara berkala diberi pupuk (tanpa memikirkan kapan tanamannya akan berbuah). Blog juga sama harus diurus terus-menerus hingga nanti punya banyak trafik dan bisa dimonetisasi.

2. Tabungan Konten

Penyebab kegagalan kedua yang paling sering dilakukan oleh blogger (baik pemula atau senior) adalah tidak memiliki tabungan konten.

Fungsi tabungan konten utamanya adalah sebagai backup manakala kita sedang tidak bisa produksi konten pada hari itu.

Dengan adanya tabungan konten kita bisa tetap posting walaupun hari itu sedang berhalangan membuat konten.

Berapa banyak blog yang akhirnya hilang karena pemiliknya tidak mempersiapkan tabungan konten.

Blog yang rutin posting artikel cenderung bertahan lama dibandingkan blog yang jarang posting artikel. Sejelek-jeleknya blog kalau selalu update akan lebih panjang umurnya dibanding blog bagus tapi tidak pernah ada artikel baru dalam dua bulan terakhir.

3. Writing Habit

Mau punya blog yang umurnya panjang, pemiliknya harus seneng menulis. Punya kebiasaan menulis dimana aja dan kapan aja. Sesimpel itu.

Habit menulis ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Tapi habit menulis harus diusahkan sendiri. Dilatih setiap hari, dipaksakan.

Mulai dari menulis hal-hal yang sederhana, seperti update status di WA, membuat cuitan di twitter atau buat opini di facebook.

Jika sudah punya kebiasaan menulis, jangkan membuat artikel di blog, membuat buku pun bukan persoalan yang rumit.

4. Pekerjaan / Bisnis Lain

Sejujurnya untuk menjadi blogger sukses berpenghasilan rutin diatas 20 juta setiap bulan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Paling tidak butuh waktu satu tahun menjalankan prosesnya dengan benar.

Oleh karena itu menjadi full time blogger dari nol (nol trafik dan nol penghasilan) tidak saya sarankan. Karena anda tentu perlu operasional setiap hari untuk makan dan internet.

Belum lagi kalau Anda memutuskan untuk menjadi blogger saat sudah berkeluarga. Ini lebih repot.

Masih mending kalau anda punya tabungan, yang mana nanti bisa digunakan untuk operasional sehari-hari. Tapi kalau tabungan anda pas-pasan atau bahkan tidak ada, maka saran terbaik adalah bekerja atau berbisnis lain juga.

Blogger bukanlah pekerjaan yang bisa mendatangkan fast money dalam satu bulan ngeblog. Oleh karena itu kita harus realitis dengan kondisi keuangan sendiri. Jadi jadi idealis yang menyebalkan (bagi diri sendiri dan keluarga).

Saran ini memang tidak enak didengarnya. Pada akhirnya semua kembali pada Anda. Hanya saja kalau anda mau mendengarkan blogger yang sudah ngeblog sejak 10 tahun lalu, maka ikuti saran diatas.

5. Blog Plan

Berapa banyak blog yang konsisten update artikel, punya banyak visitor tapi akhirnya ditinggalkan begitu saja blognya, hanya karena penghasilan dari google adsense nya terus menurun drastis. Berhenti ngeblog nya.

Mutlak, hal ini terjadi karena dari awal blog berdiri ownernya tidak punya perencanaan yang bagus.

Ada baiknya sebelum membuat blog, pikirkan dulu jenis monetisasi apa nantinya yang akan digunakan. Buat Plan A, B, C nya.

Dengan begitu ketika salahsatu sumber income drop, anda tetap bisa cuan dari kantong yang lain.

Dengan perencanaan yang tepat juga membuat konten di blog anda fokus pada niche tertentu. Karena akan mubazir ketika nantinya bisa page one tapi di kata kunci yang tidak ada hubungannya dengan model bisnis anda.

Yang utama perlu disiapkan adalah nomor 1, 3 dan 5 (Mindset, Habit dan Planning). Sedangkan nomor 2 dan 4 (tabungan konten dan bisnis lain) bisa dikerjakan sambil berjalan ngeblog.

 

Leave A Comment