3 Tahapan Ringkas Membuat Artikel Untuk Pemula Agar Langsung Bisa Praktek

Hampir semua lini digital memerlukan tulisan atau kata-kata, baik dalam penyajian ataupun prosesnya.

Termasuk blogger, faktanya artikel menjadi bahan bakar utama sebuah blog.

Bagaimana bisa disebut blog jika tidak punya satupun artikel.

Mau blog nya sukses banyak pengunjung? Mutlak harus punya banyak artikelnya. Gak bisa ditawar.

Jutaan orang ingin menjadi blogger yang sukses, termasuk Anda yang membaca sampai disini. Namun, tidak semua bisa dengan mudah membuat artikel.

Ilmu dan Pengalaman

Peraturannya masih sama, kalau anda kesulitan membuat sesuatu, bukan karena anda bodoh, atau tidak punya bakat. Hanya saja anda memang belum tau ilmu nya dan belum banyak jam terbang.

Ada yang membuat satu artikel butuh waktu seminggu, ada yang hanya 30 menit sudah beres. Yang membedakan adalah ilmu dan pengalaman.

Beberapa niche blog membutuhkan artikel yang banyak, seperti niche blog kesehatan, blog otomotif, blog travel, blog kecantikan, blog bisnis, food blogger, dan blog parenting (mom & kids)

Apakah Anda punya blog dengan niche diatas? Yuk belajar lagi cara membuat artikel yang menarik untuk blognya dalam sajian dibawah ini:

Persiapan

Secara umum, artikel hanya terdiri dari 3 bagian:

  1. Intro
  2. Isi
  3. Penutup

Namun sebelum kita masuk ke bagian pertama (intro), ada hal yang jauh lebih penting untuk kita perhatikan.

Pertama, tentukan satu ide yang ingin dibahas di artikel

Dari awal harus jelas dulu, anda ingin membuat artikel yang membahas apa. Tulis satu saja idenya. Sebagai contoh, artikel yang anda baca ini idenya adalah tutorial membuat artikel. Hanya itu saja.

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah mereka mencoba memasukkan sebanyak mungkin ide mereka ke dalam satu tulisan.

Akhirnya, pembaca bukannya menangkap semua ide malah tidak satupun nyangkut di kepala pembaca.

Kedua, harus jelas siapa target pembaca anda

Ketika membuat artikel ini, saya sadar yang membutuhkan tutorial membuat artikel bukan hanya blogger, tapi juga akademisi. Seperti guru, dosen, profesor, mahasiswa, dan pelajar.

Dari awal sudah ditentukan target pembaca artikel ini adalah blogger.

Lagian saya juga sadar, perspektif artikel untuk blogger akan berbeda dengan perspektif artikel untuk guru atau dosen.

So, sebelum mulai menulis artikel tentukan dulu ide utamanya dan target pembacanya.

Yuk masuk bagian pertama,

Bagian Pertama: Intro

Intro adalah bagian yang krusial, dimana bagian ini akan menjadi penentu apakah pengunjung akan lanjut menyelesaikan membaca atau menutup tab halaman anda.

Tugas utama dari bagian intro ini adalah menyamakan pemikiran penulis dengan keinginan pembaca.

Jika ternyata sama, maka pengunjung akan lanjut membaca. Jika tidak maka pengunjung akan pergi.

Ketika pengunjung memutuskan mengklik blog anda di halaman pencarian, mereka sudah punya ekspektasi ingin bacaan seperti apa.

Jika anda berhasil memenuhi ekspektasi pengunjung otomatis mereka akan lanjut membaca.

Lalu bagaimana caranya?

Caranya yaitu dengan memberikan alasan-alasan yang kuat kenapa ide anda penting.

Sebagai contoh, pada tulisan ini, saya memberikan alasan kenapa membuat artikel itu penting untuk blogger, karena bahan bakar utama sebuah blog adalah artikel.

Opini ini harus dibangun dengan kuat, terus menerus. Agar pembaca merasa ide anda penting juga.

Bagian Kedua

Berisi intisari atau pokok bahasan.

Ide Anda bisa dieksekusi pada bagian ini.

Pembuatan sajian utama bisa dimulai dengan membuat kerangka artikel, dimana yang ditulis adalah poin-poin besarnya saja.

Setelah poin-poinnya lengkap baru dijabarkan satu per satu.

Contoh artikel ini, tips membuat artikel blog untuk pemula. Maka dibuat dulu kerangkanya, atau poin-poin besarnya:

  1. Persiapan
  2. Bagian Pertama (Intro)
  3. Bagian Kedua (Isi)
  4. Bagian Ketiga (Penutup)

Setelah kerangkanya jadi, maka dijabarkan satu per satu.

Tehnik yang bisa digunakan untuk menjabarkan kerangka artikel yaitu dengan menggunakan pendekatan 5W + 1H. Kalau mau disederhanakan lagi, yang paling mudah menggunakan bantuan “Why” dan “How“. 

Kenapa harus ada poin ini?
Bagaimana penerapannya?

Dengan menjawab dua pertanyaan tadi saja, Anda bisa bercerita panjang lebar dan lengkap.

Bagian Ketiga

Bagian terakhir dari sebuah artikel atau lebih sering disebut penutup.

Fungsi penutup adalah sebagai connecting the dots antara intro dengan isi.

Apakah “Why” yang dijabarkan di intro berhasil dijawab sesuai ekspektasi pembaca pada bagian “Isi” ?

Sanggahan, maklumat dan/ fakta tambahan bisa ditulis pada bagian penutup.

Connecting the dots pada bagian penutup juga adakalanya berkaitan dengan artikel lainnya di blog ataupun luar blog.

Leave A Comment