April 5th, 2005
Lost in Translation
Finally, my dreams come true!
Setelah sekian lama bermimpi dan berkhayal untuk berkunjung ke negerinya Mika Nakashima dan Kenshin Himura, akhirnya kesempatan itu datang juga. Salah satu vendor perusahaan tempat gue bekerja mengirimkan invitation untuk mengikuti training produk mereka sekaligus factory visit ke tempat pembuatan/perakitan produk tersebut. Hebatnya lagi, jadwal keberangkatannya bertepatan dengan hari H-1 ulang tahun gue. Karena berangkat dari Jakarta tanggal 12 Maret 2005 pukul 19.20, plus transit di Singapore, alhasil tanggal 13 Maret pukul 00.00 gue lagi dalam perjalanan ke Jepun, dan dijadwalkan mendarat di Narita sekitar pukul 07.05 waktu setempat. Yatta!!!
Begitu transit di Changi dan menunggu masuk ke pesawat, suasana Jepun sudah mulai terasa dengan banyaknya ABG Nihon-jin yang ber-cas-cis-cus dengan nihongo-nya. Begitu pula di pesawat, berulang kali pramugari menyampaikan pengumuman dalam nihongo (tentu saja plus eigo) dengan suaranya yang imut bangetttt… Kayaknya dia pramugari SQ asal Jepun, soalnya nihongo-nya lebih jelas dibanding eigo-nya ![]()

Singkat cerita, sampailah di Narita keesokan paginya. Sambil menunggu bis yang akan membawa kami berenam ke Shinagawa Prince Hotel, kami disibukkan dengan aktivitas masing2. Ada yang siap2 ngeborong belanjaan (nukerin USD ke JPY), ada yang sibuk melototin telepon umum plus mesin prepaid card dan cara penggunaannya, ada juga yang sibuk coba2 akses Internet yang ada di kiosk situ (dengan rate 100 JPY per 10 menit!). Beberapa menit sebelum bis datang, kami memindahkan aktivitas ke tempat menunggu bis sambil menjajal dinginnya udara di luar. Ternyata alat pengukur temperatur di luar ruangan menunjukkan angka 5.3 derajat Celcius! Brrrr…. Dinginnyaaaa…
Eh, ada cewe2 lewat… “pssst.. Neng! Coba difoto dulu!”. Ternyata mereka adalah Koryo-jin. Anyonghaseyo!
(more…)