P o l i n g g a !
Setelah membaca blog Priyadi, blog Benny, dan kebetulan tadi malam membaca langsung beritanya di Kompas, saya langsung teringat obrolan polisi-polisi yang sedang makan sahur (tepatnya, ditraktir cukong!) di rumah makan Padang dekat kost-an saya, di awal bulan puasa ini. Saat itu, meja saya dan Igun bersebelahan dengan dua orang polisi yang sudah cukup berumur. Sedangkan di depan mereka ada beberapa orang polisi yang lebih muda, bersama sang cukong, sedang asyik mengobrol ngalor-ngidul. Posisi duduk saya saat itu membelakangi mereka, sehingga pada awalnya tidak mengetahui secara fisik polisi yang sedang bercerita tersebut. Saya baru mengetahui kalau polisi itu masih cukup muda sewaktu selesai mencuci tangan di wastafel belakang.
Cerita yang disampaikan si polisi tersebut sangat seru dan saru! Di antaranya, dia bercerita kalau suatu waktu pernah “mengangkut” seorang wanita di jalan dan “memakainya”, kemudian dia bawa ke kantor polisi. Namun karena si wanita ketakutan dibawa ke kantor polisi, dia minta diturunkan di jalan dan pulang sendiri dengan bis umum.
Cerita lainnya, dia pernah menilang wanita. Karena si wanita tidak punya uang, maka wanita itu berkata (dalam versi dia, kurang lebih.. karena terus terang kalimat persisnya sudah lupa), “Saya tidak punya uang, Pak.. ditilangnya pake cium aja yah?”. Akhirnya wanita tersebut dia cium di pinggir jalan. Sayang jumlah wanita tersebut tidak diketahui pasti, karena pendengaran saya baru terfokus saat dia menyebut wanita tersebut minta cium 
Setelah membaca Surat Pembaca Kompas, saya jadi ragu, jangan-jangan wanita-minta-cium-sewaktu-ditilang itu adalah mereka. Bukan wanita tersebut yang minta dicium, melainkan polisi tersebut yang meminta. Siapa yang tahu?
Sewaktu pulang makan sahur, saya dan Igun saling menggelengkan kepala, menyadari betapa “hebat”-nya moral polisi kita. Saya sempat berkomentar bahwa istilah Polingga di Kepolisian daerah Jawa Barat, yang artinya Polisi Lingkungan Warga, mungkin sebenarnya berarti “POlisi, ya maLING juGA!“
This entry was posted
on Tuesday, November 9th, 2004 at 10:30 and is filed under general. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
P o l i n g g a !
Setelah membaca blog Priyadi, blog Benny, dan kebetulan tadi malam membaca langsung beritanya di Kompas, saya langsung teringat obrolan polisi-polisi yang sedang makan sahur (tepatnya, ditraktir cukong!) di rumah makan Padang dekat kost-an saya, di awal bulan puasa ini. Saat itu, meja saya dan Igun bersebelahan dengan dua orang polisi yang sudah cukup berumur. Sedangkan di depan mereka ada beberapa orang polisi yang lebih muda, bersama sang cukong, sedang asyik mengobrol ngalor-ngidul. Posisi duduk saya saat itu membelakangi mereka, sehingga pada awalnya tidak mengetahui secara fisik polisi yang sedang bercerita tersebut. Saya baru mengetahui kalau polisi itu masih cukup muda sewaktu selesai mencuci tangan di wastafel belakang.
Cerita yang disampaikan si polisi tersebut sangat seru dan saru! Di antaranya, dia bercerita kalau suatu waktu pernah “mengangkut” seorang wanita di jalan dan “memakainya”, kemudian dia bawa ke kantor polisi. Namun karena si wanita ketakutan dibawa ke kantor polisi, dia minta diturunkan di jalan dan pulang sendiri dengan bis umum.
Cerita lainnya, dia pernah menilang wanita. Karena si wanita tidak punya uang, maka wanita itu berkata (dalam versi dia, kurang lebih.. karena terus terang kalimat persisnya sudah lupa), “Saya tidak punya uang, Pak.. ditilangnya pake cium aja yah?”. Akhirnya wanita tersebut dia cium di pinggir jalan. Sayang jumlah wanita tersebut tidak diketahui pasti, karena pendengaran saya baru terfokus saat dia menyebut wanita tersebut minta cium 
Setelah membaca Surat Pembaca Kompas, saya jadi ragu, jangan-jangan wanita-minta-cium-sewaktu-ditilang itu adalah mereka. Bukan wanita tersebut yang minta dicium, melainkan polisi tersebut yang meminta. Siapa yang tahu?
Sewaktu pulang makan sahur, saya dan Igun saling menggelengkan kepala, menyadari betapa “hebat”-nya moral polisi kita. Saya sempat berkomentar bahwa istilah Polingga di Kepolisian daerah Jawa Barat, yang artinya Polisi Lingkungan Warga, mungkin sebenarnya berarti “POlisi, ya maLING juGA!“
This entry was posted
on Tuesday, November 9th, 2004 at 10:30 and is filed under general. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
Comments
nugi?! ini nugi temannya torkis ya? wow…ternyata punya blog juga ya gi…baru tau saya..hehehehe
, makasih atas doanya buat torkis yaaa ^^
ugh… bikin tambah kesel aja ama polisi..!!!
ckck..selalu aja ada “amazing” story..dr polisi2 di indonesia..
!!
makanya dr dulu…gak pernah beres2..soalnya polisinya pada double agent aja..
BT
btw..met lebaran gie..mohon maaf lahir bathin..salam buat igun yah..
gi…kita bedua mo ngucapin Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri yaaa ^^
Weleh. Kalau maling doang sih masih bisa eling. Tapi kalau udah cerita-cerita sambil bangga gawat tuh, hehe.
Advance Cash Loan Pay Day Quick…
Pay day loans abysmal pay day loans pay day loan neurotic pay day loan….