setahun kemarin

by kahitna

di ujung jalan itu setahun kemarin
ku teringat
ku menunggumu bidadari belahan jiwaku

entah berapa lama satu jam menanti
kutermenung
kencan pertama hilang tak bertepi di anganku

melangkah pergi
berteman sepi
berbayang teduh matamu

sayang, walau bulan tak bercahaya
cintaku selalu dalam jiwa
di lubuk hati terdalam

sayang, jika memang kau sungguh sayang
diriku takkan berpaling lagi
kupeluk selamanya….

don’t judge the book by its cover

Dikutip dari http://www.goenglish.com/YouCantJudgeABookByItsCover.asp:

You can’t judge a book by its cover means that before you can judge something, you need to take a deeper, closer look at it. Example: “He dresses in plain clothes and drives an old car. Who would know he is the richest man in town?” Reply: “You can’t judge a book by its cover.”

The value of something is not always obvious from what we see on the surface, so we should save our judgments until we have more experience. Example: “That professor may seem slow and awkward, but don’t judge a book by its cover. He is one of the brightest minds in his field.”

You can’t judge a book by its cover means that when you have only seen the surface of something, you cannot know what is on the inside. Example: “Don’t go falling in love with that girl so fast. Wait until you get to know her better. You can’t judge a book by its cover.”

Well, gue punya pengalaman menarik mengenai hal ini.

Tahun 2005 lalu ketika gue dapet kesempatan training ke Hong Kong, kebetulan hari pertama training (12 September 2005) bertepatan dengan Grand Opening Disneyland Hong Kong. Karena gue gak mau melepas kesempatan langka itu, gue minta izin ke instruktur training buat ikut training hanya 1/2 hari.

Untungnya waktu coffee break sempat ngobrol-ngobrol sama dia, dan karena gue satu-satunya orang non Hong Kong yang ikut training itu dia mempertanyakan kenapa gue training jauh-jauh ke Hong Kong dan kenapa gak di Jakarta ato ke negara lain yg lebih deket?
Gue terus terang bilang kalo waktu itu jadwal di Singapore sama Malaysia udah lewat, adanya cuman di Hong Kong sama Australia. Secara gue oriental freak, tentu saja gue bakalan milih Hong Kong. Dan tentu saja, waktunya bertepatan dengan Grand Opening Disneyland Hong Kong itu. Jadi begitu gue nanya, boleh minta izin masuk 1/2 hari gak? Tanpa nanya apa-apa lagi, dia langsung mengizinkan. Ah, senangnya…

Setelah makan siang, gue berdua dengan teman meluncur pake MTR ke Disneyland di Lantau Island. Ya, berbeda dengan di Singapore yang menggunakan istilah MRT (Mass Rapid Transit), Hong Kong menggunakan istilah MTR (Mass Transit Railway) yang biasa juga disebut metro.

Singkat cerita, sampailah kami di depan ticket booth dan langsung pesen tiket buat dua orang dewasa. Dengan ramah si mbak penjaga ticket booth bilang bahwa tiket sudah sold out sejak sebulan lalu. DAMN! Tentu saja, namanya juga grand opening! Boodoh! Kami berdua saling melempar pandangan penuh tanya, what next?! Udah bela-belain pergi jauh ke Lantau Island, udah bela-belain training setengah hari, ternyata gak dapet tiket masuk. Mo ngapain nih?!

Lagi bingung-bingungnya, tiba-tiba ada seorang cowok ngedeketin, dan sambil basa-basi nanyain apakah kami butuh tiket? Dia bilang kalo dia punya satu tiket lebih dan mau dijual. Ngeliat dari tampangnya sih, mirip-mirip calo tiket di Gambir. Kurang meyakinkan, lah! Gue pikir, wah di Hong Kong ada calo juga toh, kirain cuman di Jakarta doang. Dengan nada basa-basi juga kami jawab kalo butuhnya 2 tiket, percuma kalo satu tiket. Akhirnya dia cerita kalo dia udah beli 2 tiket, cuman karena temennya gak jadi ikut dan dia tetep pengen masuk, jadinya dia cuman mau jual 1 tiket. Berkali-kali kami bilang kalo percuma beli 1 tiket, karena kami juga gak mau cuman bisa masuk seorang. Abis mikir-mikir, akhirnya dia bilang kalo sepertinya dia harus ngelepas dua-duanya.

Kami masih berpikir kalo itu taktik dia buat jual tiket lebih mahal. Pas kami tanya harganya berapa, taunya dia bilang (sambil nunjuk harga tiket di ticket booth) harganya sama dengan harga resmi. Kami tambah gak percaya, takutnya tiket yg dia jual palsu. Trus dia bilang, gini aja.. ntar gue anter ke gerbang masuknya, abis kalian masuk, gue baru pulang. Hmm.. sounds fair. Saat itu kecurigaan kami udah mulai luntur, dan gue juga udah bisa bilang ke dia kalo he saves our day, dan kami sangat berterima kasih. Gue juga bilang karena dia orang Hong Kong, mestinya dia bisa ke sana kapan aja, sementara kami gak segampang itu.

Setelah dianter ke gerbang masuk, akhirnya dia pergi. Tak lupa dadah-dadahan bentar.. tapi lupa gak pake skrinsyut. Begitu masuk, kami masih ngebahas orang itu, kecurigaan kami sama dia, bahwa ternyata orangnya baek meskipun tampangnya kayak calo Gambir, dan akhirnya kami menyimpulkan bahwa “don’t judge the book by its cover!“.

Hong Kong memang bukan Jakarta, di mana di Jakarta kita gak boleh lengah meskipun saat ada orang yang berbuat baik sama kita. Tapi karena waktu itu masih di Hong Kong, boleh lah berlengah-lengah dikit, meskipun di sepanjang jalan Hong Kong ada tulisan: BEWARE OF PICKPOCKET! Ya ya ya.. meskipun ada orang baik, tapi di Hong Kong masih banyak copet!

nobody is perfect

she said: I’m nobody

I said: nobody is perfect. you’ve just said that you are nobody.

ya ya ya.. demi memuaskan dahaga kalian sama update-an blog gue, akhirnya gue memutuskan buat nge-blog lagi setelah sekian lama ber-hiatus.

trus, kenapa gak pernah diupdate lagi? postingan terakhir aja taun 2005! lama banget!
komentar-komentar seperti itu yang sering gue terima manakala ada yang ngebahas blog gue.

tanya kenapa? coba baca aja kalimat terakhir. gue gak perlu jelaskan dengan tulisan di sini, cukup kalian tafsirkan sendiri.

kenapa sekarang di-update lagi?
tanya kenapa? well… postingan gue berakhir karena cinta… begitu pula sekarang, gue mulai lagi karena cinta…

and here I am.. alive and kicking.. and in love…

This Year is Mine!

31 Desember 2005. Hari ini merupakan hari terakhir sekaligus postingan terakhir gue di tahun 2005. Meskipun tidak banyak yang bisa gue ceritakan, tapi tahun ini bisa dibilang merupakan tahun keberuntungan gue. Sebagian dari apa yang gue harapkan, gue cita-citakan, yang tadinya dirasa tidak mungkin secepat ini akan tercapai, alhamdulillah dapat terlaksana.

Dimulai dari kepindahan lokasi kantor gue ke pusat kota, tepatnya ke daerah Thamrin, rupanya Dewi Keberuntungan turut serta menemani kepindahan gue tersebut. Beberapa minggu setelahnya, cita-cita terbesar gue tercapai bertepatan dengan hari ulang tahun gue. Ya, untuk pertama kalinya gue berhasil menginjakkan kaki di Negeri Samurai. Meskipun cuman sebentar, bahkan secara bergurau gue selalu mengatakan bahwa itu bagaikan pergi umrah ke Jepun, tapi moment tersebut merupakan hadiah ulang tahun yang terindah, yang sangat berkesan dan entah sampai kapan akan dapat bertahan di memori gue.

Selanjutnya di awal Juni, Sang Dewi Keberuntungan masih menyertai gue dengan mengajak serta Dewi Promosi. Begitulah, akhirnya gue diberi kesempatan buat naik grade yang sekaligus dipercaya secara fungsional menjadi supervisor di departemen tempat gue berkarya.

Juli. Apakah ini yang dinamakan love at a first sight?

Agustus, untuk pertama kalinya gue bermain bowling! Dan untuk pertama kalinya gue merasa enjoy melakukan aktivitas olah raga. Tentu saja, untuk selanjutnya dengan mudah dapat ditebak, gue kecanduan maen bowling. Thanks to my best buddy, Prima, yang udah ngenalin gue maen bowling :)

10 September 2001. Hari pertama gue resmi bekerja setelah 2 tahun berkutat dengan TA (Tugas Akhir/Teu Anggeus-anggeus), meskipun saat itu gue belum secara resmi lulus dari tempat kuliah.

10 September 2005. Tepat 4 tahun bekerja di perusahaan yang sama, gue mendapat kesempatan training ke negeri Asia favorit gue yang ketiga (setelah Jepang dan Korea) dan lagi-lagi bertepatan dengan akan dilaksanakannya Grand Opening Disneyland Hong Kong (12 September 2005). Tentu saja, adalah merupakan tindakan yang bodoh apabila melewatkan event tersebut berlalu begitu saja.

November. Seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, untuk kesekian kalinya gue mendapatkan kejutan yang… entah harus dibilang apa lagi. Bagaimana tidak, tanpa diduga gue mendapatkan undangan business trip ke Eropa. Berhubung kota-kota di Eropa yang dikunjungi lebih dari satu (Amsterdam, Paris, Nice, Monaco dan Barcelona), sudah pasti kegiatan bisnisnya lebih sedikit daripada trip-nya :)

Desember. Bulan terakhir di tahun 2005 ini. Bulan terakhir di mana gue berkesempatan untuk mewujudkan cita-cita gue, bisa mewujudkan apa yang menjadi rencana gue setahun ini. Ya, di tahun ini, persisnya di minggu ini, akhirnya gue memutuskan untuk membeli sebuah Honda Jazz. Lucunya, gue membeli mobil tersebut tanpa memberi tahu orang tua dan saudara-saudara gue, kecuali teman-teman terdekat. Biarlah mobil tersebut menjadi bagian penutup dari kejutan-kejutan yang tahun ini gue berikan kepada mereka.

Namun tentu saja, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Nobody is perfect. Seperti yang selalu dibilang sekretaris divisi gue, “Coba ya, perjalanan cinta lo semulus perjalanan karir lo?”

Nampaknya, di penghujung tahun 2005 ini, Sang Dewi Keberuntungan hanya datang sendiri… tanpa disertai oleh Dewi Cinta…

Do As Infinity bubar!

damn! baru saja dapet informasi dari anime-source.com bahwa salah satu J-Band favorit gue bubar akhir bulan September kemarin…. sayang banget, padahal lagu2nya bagus dan bisa dibilang gue suka semua lagunya.. dari mulai Enrai, Hang Out, Week!, Koiotome, Kouzoukaikaku, Tubasano Keikaku, Tadaima, Tookumade, Eien, Yesterday & Today, Oasis, Mahou no kotoba -Would you marry me?-, Hiiragi, sampai lagu yg dijadiin OST InuYasha yaitu Fukai Mori… banyak banget deh..

sejauh ini, gue cuman koleksi lagu2 D-A-I format mp3, hasil download-an tentunya :)
satu2nya CD audio original D-A-I yg gue punya adalah album mereka terakhir, yaitu Need Your Love.. itu juga karena ada yg ngasih.. hehehe…

tapi di balik bad news bubarnya D-A-I, ada sebuah great news yaitu lead singer D-A-I, Tomiko Van, bakalan solo karir! yattaaa!!!

« Previous Entries Next Entries »